Friday, November 18, 2011

Panutan Penyesat Umat


بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Tulisan ini untuk setiap manusia yang menjadi panutan orang banyak…
Tulisan ini untuk setiap makhluk yang setiap perkataan dan perbuatannya diikuti orang banyak…
Tulisan ini untuk setiap manusia yang menjadi trend made orang banyak…
Tulisan ini tertulis untuk Umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar tidak menjadikan seorang sebagai panutan yang menyesatkan mereka dari Jalan Allah Ta’ala, panutan yang sebenarnya dia adalah pembawa ke jalan syetan, jalan neraka. Nau’dzubillah.
Tulisan ini tertulis ketika saking banyaknya panutan, tapi menyesatkan umat dari Jalan Allah Ta’ala, baik dengan melakukan:
-         Kesyirikan dengan Istightsah dan Tawassulnya kepada orang-orang yang sudah mati.
-         Kesyirikan dengan mengambil barokah dari dzatnya orang-orang shalih.
-         Sarana penyebab kesyirikan dengan mencari-cari hari baik untuk pernikahan atau hajat,…dan lain-lain.
-         Bid’ah dengan amalan-amalan dan shalawat-shalawat yang tidak pernah ada di zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
-         Bid’ah dengan pembacaan dzikir-dzikir yang dikhususkan tempatnya, waktunya, keadaaanya, jumlah bilangannya yang tidak pernah dikhususkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
-         Maksiat dengan ta’arufnya padahal itu pacaran.
-         Maksiat dengan bersalaman dengan wanita bukan mahram padahal larangan dan keharamannya jelas.
-         Maksiat dengan tidak menjaga pandangan, meluaskan pandangan kepada wanita yang setengah telanjang.
-         Maksiat dengan berkumpul dengan wanita-wanita bukan mahram tanpa ada penutup, bahkan wanitanya memakai pakaian yang tidak pantas dilihat kecuali oleh suaminya.
-         Dan lain-lain dari perbuatan dosa.

Dialog Ahli Surga dengan Ahli Neraka

Tahukah anda bahwa ahli sorga akan berbicara dengan ahli neraka? Demikian juga sebaliknya? Apa hikmah di balik dialog diantara penduduk surga dan neraka tersebut ? Kemudian bagaimana dengan keberadaan kerabat kita di dalam neraka? Tidakkah seorang manusia itu akan bersedih atasnya. sementara dia berada dalam sorga?
Hikmah dari itu semua adalah agar kebahagiaan penghuni sorga semakin bertambah dengan kenikmatan Allah atas mereka; yaitu dengan masuknya mereka ke dalam sorga serta keselamatan mereka dan api neraka. Serta agar semakin bertambah penyesalan dan kerugian penghuni neraka karena kehilangan karunia dan mendapatkan siksa.
Allah berfirman:
dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya Kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan Kami menjanjikannya kepada kami. Maka Apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim, ((QS. AI-A’raaf (7): 44))

Lelaki Mendapat Bidadari di Surga, Lalu Wanita Dapat Apa..??


Mungkin diantara kita sering mendengar bahwa kelak kaum laki-laki mukmin akan mendapat balasan di surga, para bidadari yang cantik jelita, yang keindahan dan kecantikannya akal manusia takkan sanggup mengungkapkannya, takpernah terlihat oleh mata, takterdengar oleh telinga, bahkan tak terbersit dalam hati sekalipun. Terus lalu para wanita mukmin mendapatkan apa..?? Bagaimana pula jika suami didunianya tidak ikut masuk surga, apakah mereka mendapat gantinya..? atau untuk yang meninggal sebelum menikah bagaimana pula..?? Berikut penjelasan dari sumber yang takdiragukan kebenarannya alquran dan hadits berikut keterangan para ulama.(1)
Syaikh Abdullah bin Jibrin menjawab :Tidak bisa disangsikan bahwa kenikmatan Surga sifatnya umum untuk laki-laki dan perempuan.
Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan” (Ali-Imran: 195).

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (An-Nisa’: 124).


Thursday, November 17, 2011

Pak Haji Hadiahkan Air Zam-Zam Kepada Orang Nashrani




Bisa dipastikan mayoritas jamaah haji yang pulang pasti membawa oleh-oleh air zam-zam, tapi pernahkah terpikir dibenak anda berbagi dengan sesama saudara, tetangga, teman yang non muslim..??
Saat hadir dalam Kajian Islam bersama Ustadz Hussein Yee, salahsatu Da’i dari malaysia, keturunan Cina yang dulunya beragama Budha, beliau mengajukan pertanyaan yang cukup membingungkan jama’ah, Apakah Boleh Kita memberi hadiah air zam-zam kepada orang nashrani atau nonmuslim..??
Dari penjelasan beliau, bahwa BOLEH dan tidak ada larangan memberikan air zam-zam, atau oleh2 kurma atau apasaja yang dibawa sepulang Umrah atau Haji kepada saudara kita non muslim. Hal demikian beliau praktekkan sendiri dalam keluarga dan saudara beliau yang cina di malaysia. Maklum beliau saat mendapat hidayah dan menjadi mualaf sebelumnya banyak kelaurga yang menangisinya, karena merasa akan kehilangan anak, jika dia menjadi muslim tidak mau lagi bergaul dengan keluarga dan sanak saudaranya yang china dan masih pemeluk budha.